Antara Malang – Surabaya

Malang – 30 November 2012

Ini adalah kota ke – 4 yang aku singgahi dalam 1 minggu ini, karena urusan pekerjaan. Karena waktu yang terlalu mepet dan fokus yang tersita ke pekerjaan, kamera yang kubawa masih tersimpan rapi didalam tasnya. Sama sekali gak sempat untuk jeprat-jepret.  Malam ini aku harus tiba ke surabaya karena pagi-pagi sekali harus sudah terbang ke Makassar lagi. Sedikit beruntung karena jam 12 siang pekerjaan disini sudah selesai sepenuhnya dan aku punya waktu untuk singgah di beberapa tempat yang memang dari awal sudah aku niatin untuk singgah dalam perjalanan Malang – Surabaya nantinya. Yaitu Candi Singosari, Lumpur Lapindo, Patung Hiu-Buaya, dan terakhir Jembatan  Suramadu.

Jam 12an, setelah makan siang di kota malang, aku pun berangkat…

Candi Singosari

Candi yang dibangun pada tahun 1351 Masehi ini terletak hanya ratusan meter dari jalan utama Malang – Surabaya. Mungkin hanya sekitar 30 menit dari pusat kota Malang – tepatnya di Jalan Kertanegara. Jalan masuk ke Candi ini mudah ditemukan pada saat kita melewati Jalan Singosari – Surabaya.

Aku tiba di kompleks Candi sekitar jam 1an siang. Candi yang indah, dan aku berterima kasih kepada pemerintah kolonial Belanda atas restorasi yang mereka lakukan pada tahun 1934 pada candi ini. Aku menghabiskan waktu sekitar 1 jam disini. Beristirahat sambil jepret-jepret sepuasnya.

.

Lumpur Lapindo

Selepas dari Candi Singosari aku melanjutkan perjalanan lagi. Estimasi sedikit meleset, yang menurut perkiraanku jam 4 bisa sampai di Sidoarjo ternyata Jam 5 baru sampai. Ditambah nyasar dan terpaksa memutar lagi di jalan tol (keluar dan masuk lagi) karena salah jalan. Disini aku sempat ingin melupakan niat ke Lumpur lapindo karena ingin ngejar sunset di Jembatan Suramadu. Tapi karena gak tega dengan Pak Yono – Driver yang ingin sekali melihat lumpur lapindo, aku akhirnya meminta beliau untuk putar balik pada saat salah jalan dan bablas masuk tol ke Surabaya.

Sepanjang mata memandang dari atas tanggul penahan lumpur, yang terlihat hanyalah bekas lumpur yang sudah mengering. Terlihat beberapa rumah yang tinggal menyisakan atapnya saja karena sudah tertutup lumpur. Aku hanya bisa mengumpat dalam hati ke pihak yang tega mengubur pemukiman ini. Yang dikubur oleh mereka bukan hanya rumah, akan tetapi juga kenangan dan kebahagiaan dari warga yang tinggal disini. huft

.

Surabaya

Langit sudah mulai gelap saat aku masuk ke kota surabaya, dan langsung mengambil jalan menuju jembatan Suramadu sekaligus melewati patung hiu-buaya, landmarknya kota ini. Disini terjadi insiden yang sempat yang lumayan bikin nyesek. Dompetku jatuh, padahal semua duit, ktp, sim, atm ada disitu semua. Akhirnya yang ada malam itu waktuku dihabiskan untuk mengurus surat kehilangan di kepolisian, ambil duit pinjaman di rumahnya saudara Jefry.

Gak mudah untuk membereskan semua kecerobohanku ini. Jam 11 malam baru semuanya beres. Malam menunggu pagi aku memutuskan untuk tidur di Bandara Djuanda, ditemani Pak Yono. Kepala yang pusing membuatku gak bisa tidur dan menghabiskan sisa-sisa waktu di warung kopi Bandara (lupa namanya). Akhirnya jam setengah 6 pagi pesawat yang membawaku terbang ke Makasar.

Surabaya

Advertisements

4 thoughts on “Antara Malang – Surabaya

  1. salam kenal saya Erwin dari Majalah Venue Jakarta. mau izin menggunakan foto ikon Kota Surabaya untuk keperluan booklet pariwisata. Jika harus membayar royalti saya bisa dihubungi di win.gumilar@gmail.com. terima kasih saya tunggu jawabannya.

  2. mas mohon ijin minta gambar yang surabya untuk keperluan printing foto pariwisata surabaya. Terima Kasih an. Surya Eka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s